1.3.16

Wisata Pantai Parangtritis

Destinasi Tempat Wisata Pantai : Pantai Parangtritis

Lokasi Tempat Wisata : Terletak di Desa Parangtritis

Kecamatan                 : Kretek

Kabupaten                 : Bantul

Provinsi                     : Daerah Istimewa Yogyakarta   


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Pantai ini tergolong memiliki ombak yang besar sehingga tidak cocok untuk melakukan kegiatan berenang. Di kawasan pinggir pantai, terdapat pemandian yang bernama Parangwedang. Konon air di pemandian ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit di antaranya penyakit kulit karena air dari pemandian tersebut mengandung belerang. Selain itu, pantai ini memiliki bukit-bukit pasir di sepanjang pantai yang dapat dijadikan sebagai areal bermain. 

Potensi Tempat Wisata
Pantai ini menyajikan perpaduan wisata alam, wahana rekreasi, dan wisata belanja. Tersedianya fasilitas ATV (All Terrain Vehicle), kereta kuda & kuda akan menambah nikmatnya berada di kawasan ini. Para pengunjung dapat menyusuri pantai dari timur ke barat, menaklukkan bukit-bukit pasir di sepanjang pantai. Dan tidak ketinggalan, dapat juga dijumpai pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis yang dapat dijadikan sebagai kenangan-kenangan bahwa kita pernah berada di salah satu tempat terindah di Kota Budaya ini.

Wisata Pantai Parangtritis
foto oleh Andronicus Riyono. all rights reserved.
Wisata Pantai Parangtritis
foto oleh Midori dengan lisensi CC BY 3.0

Wisata Danau Kawah Ijen

Destinasi Tempat Wisata Alam : Kawah Ijen

Lokasi Tempat Wisata       : Terletak di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi.

Provinsi                            : Jawa Timur  


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Danau kawah Ijen dikenal merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia. Danau ini berada berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman 200 meter dan luasnya mencapai 5.466 Ha.


Potensi Tempat Wisata
Selain menawarkan keindahan panorama alam pegunungan, danau ini juga memiliki keunikan yang langka di dunia yaitu fenomena blue fire atau api biru di sekitar kawah. Dimana fenomena ini hanya terjadi di dua tempat di dunia yaitu Islandia dan Ijen. Di kawasan ini juga pernah diadakan event-event wisata seperti International Tour de Banyuwangi Ijen, Jazz Ijen Banyuwangi.

Wisata Danau Kawah Ijen
foto oleh Jean-Marie Hullot dengan lisensi CC BY-SA 2.0

Wisata Pantai Kuala Merisi

Destinasi Tempat Wisata Pantai : Kuala Merisi

Lokasi Tempat Wisata : Terletak di Desa Ketapang

Kecamatan                 : Jaya (Lamno)

Kabupaten                 : Aceh Jaya

Provinsi                     : Aceh  ( Nanggroe Aceh Darussalam )


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Pantai Kuala Merisi memiliki hamparan pasir yang membentang panjang di sekitar garis pantai dengan kondisi ombak yang relatif tenang atau tidak terlalu tinggi.

Potensi Tempat Wisata
Dengan suasana yang tenang dan sejuk serta kondisi ombak yang relatif tenang menjadikan pantai ini cocok untuk kegiatan wisata bahari seperti berenang, bersantai di tepi pantai yang dilengkapi dengan snack bar di sekitar lokasi pantai, dan berjalan menelusuri lembutnya hamparan pasir putih di sepanjang garis pantai.

Wisata Pantai Kuala Merisi
sumber foto : tamasyakita.wordpress.com. all rights reserved.

Wisata Pantai Liang Ambon

Destinasi Tempat Wisata Pantai : Pantai Liang

Lokasi Tempat Wisata   : Terletak di Desa Liang, 40 km dari pusat kota Ambon.

Kecamatan                 : Salahutu

Kabupaten                 : Maluku Tengah

Provinsi                      : Maluku   


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Pantai Hunimua atau lebih dikenal dengan nama Pantai Liang pernah dinobatkan oleh UNDP-PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990. Kondisi pantai yang masih sangat alami, tumbuhnya pepohonan rindang di sekitar pantai yang masih terjaga, disertai hamparan pasir putih yang membentang di sepanjang garis pantai menjadikan pantai ini memiliki keindahan dan keaslian tersendiri.

Potensi Tempat Wisata
Pantai ini cocok untuk melakukan kegiatan snorkeling dengan kondisi air laut yang biru jernih, bersantai di pinggir pantai, dan menikmati suasana tenang dan sejuk. Waktu yang tepat berkunjung ke pantai ini adalah pada bulan September sampai dengan November atau antara April ke bulan Mei, karena pada saat itu laut teduh dan tidak berangin.

Wisata Pantai Liang Ambon
sumber foto : Pemerintah Kota Ambon. all rights reserved.

Wisata Alam Nusa Pombo

Destinasi Tempat Wisata Alam : Nusa Pombo

Lokasi Tempat Wisata : Terletak di Kecamatan Salahutu

Kabupaten                 : Maluku Tengah

Provinsi                     : Maluku   


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Pulau Pombo merupakan salah satu pulau yang tak berpenghuni di Ambon. Nama Pombo sendiri berasal dari bahasa Portugis yang artinya merpati, sehingga Pulau ini dikenal juga dengan sebutan Pulau Merpati.

Keanekaragaman Hayati
Pulau ini merupakan habitat bagi satwa endemik Maluku yakni burung Pombo. Pulau ini juga memiliki kekayaan biota lautnya seperti berbagai jenis rumput laut, beragam jenis terumbu karang, aneka jenis ikan, kerang dan moluska yang dilindungi pemerintah seperti kima, lola, bia gengge dan triton terompet.

Potensi Tempat Wisata
Pulau tak berpenghuni inipun sangat layak dijadikan tempat berwisata bahari dengan pesona pemandangannya dan kondisi air laut yang masih alami, sangat jernih sehingga dapat dengan jelas melihat aktivitas kehidupan bawah laut Pulau ini. Selain memiliki keindahan dan kekayaan biota lautnya, pulau ini juga telah dijadikan sebagai wahana edukasi seperti penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan budidaya alam bawah laut.

Wisata Alam Nusa Pombo
sumber foto : indonesia.travel. all rights reserved.

Wisata Sejarah Benteng Victoria

Destinasi Tempat Wisata Sejarah : Benteng Victoria

Lokasi Tempat Wisata  : Terletak di Kecamatan Sirimau, tepat di tengah Kota Ambon.

Kota                             : Ambon

Provinsi                       : Maluku   


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Benteng Victoria merupakan benteng tertua di kota Ambon. Benteng ini dibangun oleh Portugis pada tahun 1775 yang selanjutnya diambil alih oleh Belanda untuk dijadikan sebagai pusat pemerintahan, dijadikan sebagai akses untuk mengeruk dan mendistribusikan hasil bumi Maluku yang melimpah berupa rempah-rempah ke benua Eropa melalui pelabuhan yang berada di depan Benteng tersebut. Belanda juga menjadikan benteng ini sebagai pusat pertahanan dari perlawanan masyarakat pribumi kala itu. Benteng ini juga menyimpan sejarah penting perjuangan masyarakat Maluku, yakni pada tanggal 6 Desember 1817, Pahlawan Nasional bernama Pattimura digantung tepat di depan Benteng ini.


Potensi Tempat Wisata
Bila berkunjung ke benteng ini, kita akan disuguhkan 2 pengalaman wisata sekaligus yakni wisata sejarah dan wisata alam teluk Ambon yang menawan. Melalui perjalanan wisata sejarah, kita dapat merekam sejarah lahir dan berkembangnya kota Ambon. Karena benteng ini menyimpan nilai sejarah yang sangat berharga bagi bangsa kita khususnya bagi rakyat Maluku ditandai dengan peninggalan-peninggalan sejarah yang dimilikinya seperti peta perkembangan kota Ambon dari abad XVII sampai abad IX, sisa-sisa meriam berukuran raksasa, dan beberapa koleksi lukisan para administratur Belanda. Dan tepat di depan benteng ini, kita dapat langsung menyaksikan Teluk Ambon yang begitu indah. Sungguh menarik.

Wisata Sejarah Benteng Victoria
sumber foto : Pemerintah Kota Ambon. all rights reserved.

27.2.16

Wisata Galeri Nasional Indonesia

Destinasi Tempat Wisata Budaya : Galeri Nasional Indonesia

Lokasi Tempat Wisata       : Terletak di Jln. Medan Merdeka Timur No. 14

Kecamatan                 : Gambir

Kota                           : Jakarta Pusat

Provinsi                     : DKI Jakarta


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Galeri Nasional Indonesia merupakan sebuah lembaga budaya negara yang dibentuk dan ditunjuk untuk melaksanakan pengkajian, pengumpulan, registrasi, perawatan, pengamanan, pameran, kemitraan, layanan edukasi dan publikasi karya seni rupa. Sebelum resmi menjadi Galeri Nasional Indonesia, perubahan nama menjadi Galeri Nasional Indonesia ini menempuh proses perjalanan sejarah yang panjang yang dimulai dari tahun 1900. Hingga akhirnya pada tahun 1998 resmi mendapat nama yaitu Galeri Nasional Indonesia. Dimana Menko Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara pada saat itu mengeluarkan persetujuannya pada tahun 1998 atas perjuangan Prof. Edi Sedyawati sejak tahun 1995.

Potensi Tempat Wisata
Galeri Nasional Indonesia setidaknya telah mengoleksi kurang lebih 1.700 karya dari para tokoh di Indonesia baik berupa lukisan, fotografi, maupun patung dan pahatan. Menariknya, terdapat juga beragam aktivitas karya seni diselenggarakan disini seperti preservasi, seminar keilmuan, pameran, diskusi ilmiah, pemutaran film, penampilan kesenian, festival, dan perlombaan lainnya.

Wisata Galeri Nasional Indonesia
foto oleh Chongkian dengan lisensi CC BY-SA 3.0

26.2.16

Wisata Taman Nasional Lorentz

Destinasi Tempat Wisata Taman Nasional   : Taman Nasional Lorentz 

Lokasi Tempat Wisata       : Terletak di Distrik Sarwa Erma.

Kabupaten                      : Asmat

Provinsi                          : Papua


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang Penjelajah asal Belanda, Hendrikus Albertus Lorentz, yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini. Kawasan ini ditunjuk sebagai Taman Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 154/Kpts-II/1997, dengan luas kawasan 2.505.600 ha sekaligus memegang predikat sebagai salah satu taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Pada tahun 1999, komite warisan dunia UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai salah satu Situs Warisan Dunia, dengan luas 2.350.000 ha. 

Keanekaragaman Hayati
Taman Nasional Lorentz memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, setidaknya taman ini dihuni oleh 630 jenis burung atau kurang lebih 70 % dari burung yang ada di Papua. Diantaranya 2 jenis kasuari, 4 megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik seperti cendrawasih ekor panjang, dan puyuh salju. Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang, babi duri moncong pendek, 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

Potensi Tempat Wisata
Selain kekayaan alam yang dimilikinya, dapat ditemukan juga beberapa kekhasan dan keunikan di kawasan ini yaitu adanya gletser (bongkahan es yang besar) di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem. Kawasan ini juga merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat. Diperkirakan kebudayaan masyarakat suku tersebut telah berumur 30.000 tahun. Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain. Sungguh sangat mengagumkan kearifan lokal yang dipunyai daerah ini. Kawasan ini benar-benar menambah satu lagi catatan warisan budaya Nusantara kita.

Wisata Taman Nasional Lorentz
foto oleh Peter Riccio dengan lisensi CC BY-NC-SA 2.0

Wisata Taman Nasional Lorentz
foto oleh Simon Pearson dengan lisensi CC BY-NC-SA 2.0

Wisata Taman Nasional Way Kambas

Destinasi Tempat Wisata Taman Nasional   : Taman Nasional Way Kambas

Lokasi Tempat Wisata       : Kawasan ini terletak di Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung


Gambaran Umum Tempat Wisata
       
Ditetapkan sebagai Taman Nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 670/Kpts-II/1999 dengan luas 125.621,3 ha. 

Keanekaragaman Hayati
Kawasan ini memiliki 50 jenis mamalia diantaranya badak Sumatera, gajah Sumatera, harimau Sumatera, anjing hutan, tapir, siamang. 406 jenis burung diantaranya bebek hutan, bangau sandang lawe, bangau tong-tong, sempidan biru, kuau, pecuk ular, berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta. Sedangkan aneka jenis tumbuhan seperti api-api, nipah, gelam, ketapang, cemara laut, puspa, minyak, dan ramin. Selain keanekaragaman hayati yang dapat dijumpai, Taman Nasional Way Kambas juga merupakan salah satu pusat latihan gajah-gajah liar di pulau Sumatera. Pusat latihan gajah ini didirikan pada tahun 1985. Sampai saat ini telah berhasil mendidik dan menjinakkan gajah sekitar 290 ekor.

Potensi Tempat Wisata

Potensi wisata di Taman Nasional ini seperti menjelajahi padang rumput dan hutan mangrove, mengamati satwa dan tumbuh-tumbuhan langka, berkemah, melihat langsung pusat latihan gajah, terdapat juga fasilitas laboratorium alam dan wisma.
Wisata Taman Nasional Way Kambas
foto oleh User:michael tanadi dengan lisensi CC BY-SA 3.0

Wisata Taman Nasional Wasur

Destinasi Tempat Wisata Taman Nasional  : Taman Nasional Wasur

Lokasi Tempat Wisata       : Kawasan ini terletak di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua


Gambaran Umum Tempat Wisata       
Ditunjuk sebagai Taman Nasional berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 448/Menhut-VI/90 denga luas 413.810 ha.

Keanekaragaman Hayati
Sekitar 70 persen dari luas kawasan taman nasional ini berupa vegetasi savana, sedang lainnya berupa vegetasi hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas. Jenis satwa yang umum dijumpai antara lain kanguru pohon, kesturi raja, kasuari gelambir, dara mahkota/mambruk, cendrawasih kuning besar, cendrawasih raja, cendrawasih merah, buaya air tawar, dan buaya air asin. Jenis tumbuhan yang mendominasi hutan di kawasan taman nasional ini antara lain api-api, tancang, ketapang, dan kayu putih.

Potensi Tempat Wisata
Potensi wisata di kawasan ini seperti panorama pemandangan savana, berkuda, pengamatan satwa, menyelusuri sungai, memancing, dan wisata budaya.

Wisata Taman Nasional Wasur
foto oleh Standel dengan lisensi CC BY 2.0